Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memperkuat langkah antisipasi kekeringan dan krisis air bersih yang berpotensi terjadi selama musim kemarau. Salah satu upaya yang dilakukan yakni memperbanyak pembangunan sumur bor serta jaringan pipanisasi di wilayah yang masuk kategori rawan kekeringan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan penanganan kekeringan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Penanganan kekeringan dilakukan secara menyeluruh sesuai arahan Bupati Jepara Witiarso Utomo. Salah satunya melalui pembangunan sumur dan jaringan air bersih berdasarkan skala prioritas,” kata Arwin, kemarin.

Menurutnya, pembangunan sarana air bersih tersebut tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah. Pemkab Jepara juga menggandeng sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Sejumlah perusahaan yang turut mendukung program tersebut antara lain Bank Jateng, BKK, dan PT Telkom Indonesia.

Arwin menyebut, salah satu dukungan CSR tahun ini berasal dari Bank Jateng. Bantuan tersebut akan digunakan untuk pembangunan sarana air bersih di lima desa, yakni Desa Clering, Cepogo, Banjaran, Kepuk, dan Tunahan.

Program tersebut diperkirakan dapat memberikan manfaat bagi sekitar 1.760 kepala keluarga di lima desa tersebut.

Selain dukungan CSR, Pemkab Jepara juga mengalokasikan anggaran melalui APBD 2026. Nilainya sekitar Rp1 miliar yang diperuntukkan bagi pembangunan sumur dan jaringan air bersih di sejumlah wilayah prioritas.

Anggaran tersebut juga mendapat tambahan dukungan CSR dari Bank Jateng sebesar Rp300 juta untuk pembangunan jaringan air bersih.

“Diharapkan tahun 2027 nanti sudah tidak ada lagi lokasi kekeringan, termasuk di Karimunjawa,” ujarnya.

Di tengah pembangunan infrastruktur sebagai solusi jangka panjang, BPBD Jepara masih melakukan penanganan darurat dengan menyalurkan air bersih menggunakan truk tangki kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

Sejak Juli 2026, BPBD telah mengerahkan 54 truk tangki dengan total distribusi sekitar 216 ribu liter air bersih. Bantuan tersebut disalurkan ke tiga desa, yaitu Kedungmalang, Tunahan, dan Sumberrejo.

Distribusi air bersih dilakukan sebagai langkah sementara hingga persoalan penyediaan air di masing-masing wilayah dapat ditangani secara permanen.

Di Desa Kedungmalang, misalnya, pelayanan air bersih juga tengah diperbaiki oleh Perumda Air Minum atau PDAM. Perbaikan dilakukan terhadap kebocoran jaringan pipa dan pompa yang sebelumnya mengganggu distribusi air kepada warga.

Seiring perbaikan tersebut, kondisi pelayanan air bersih di wilayah Kedungmalang mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik.