Pati – Penjualan tiket konser “Melepas Penat 2026” yang rencananya digelar di Stadion Joyo Kusumo, Pati, menjadi perhatian. Penyelenggara disebut telah memasarkan tiket presale, meski proses perizinan penggunaan lokasi acara belum selesai.

Konser yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 tersebut menghadirkan sejumlah musisi, termasuk Denny Caknan. Namun, pemerintah daerah menyatakan belum memberikan izin pemanfaatan Stadion Joyo Kusumo untuk kegiatan komersial tersebut.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Rekso, mengatakan pihak event organizer (EO) Shaolin Music baru mengirimkan surat terkait rencana penggunaan stadion. Penyelenggara belum datang secara langsung untuk melengkapi persyaratan administrasi.

“Secara regulasi izin tidak bisa kami berikan jika yang bersangkutan belum hadir dan membawa dokumen pelengkap, karena Senin kemarin baru suratnya saja yang masuk, orangnya belum,” ujar Rekso, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Rekso, pihak EO baru menyampaikan rencana untuk datang dan melakukan koordinasi pada awal September 2026.

Pemkab Pati melalui Dinporapar juga berencana memperketat penggunaan Stadion Joyo Kusumo untuk kegiatan komersial. Langkah tersebut dilakukan agar setiap kegiatan yang memanfaatkan aset daerah memiliki kepastian administrasi dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Selain persoalan izin lokasi, penjualan tiket konser juga menjadi perhatian dari sisi kewajiban kepada pemerintah daerah.

Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati mengaku belum menerima tembusan maupun laporan mengenai penjualan tiket konser tersebut.

“BPKAD belum dapat, kelihatannya selama ini tidak,” kata Sekretaris Dinas BPKAD Pati, Andi, melalui pesan tertulis, Minggu (16/8/2026).

Kondisi itu menimbulkan pertanyaan mengenai pemenuhan kewajiban daerah dari transaksi tiket yang telah dipasarkan kepada masyarakat.

Di sisi lain, penjualan tiket sebelum kepastian izin lokasi dikhawatirkan menimbulkan kerugian bagi calon penonton apabila konser nantinya mengalami perubahan atau tidak dapat digelar sesuai rencana.