PATI – Gerakan Pati Ora Sepele (POS) bersama elemen masyarakat sipil akan menggelar rangkaian kegiatan publik bertajuk "Guyub Rukun Melawan Kedholiman: Refleksi Satu Tahun Perjuangan Rakyat Pati" pada 10–13 Agustus 2026.

Ketua Pelaksana, Suharno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan refleksi satu tahun perjuangan masyarakat sekaligus upaya menjaga semangat mengawal kebijakan pemerintah dan pemberantasan korupsi.

Rangkaian kegiatan diawali pada 10 Agustus dengan aksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Dalam aksi tersebut, POS akan menyampaikan dukungan terhadap proses hukum perkara dugaan korupsi yang menjerat Bupati nonaktif Pati, Sudewo.

"Kami mendukung pemberantasan tindak pidana korupsi yang sedang diproses oleh Pengadilan Tipikor Semarang. Kami juga mendorong pemerintah pusat segera mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset terhadap pelaku korupsi karena korupsi telah membunuh hak rakyat," kata Suharno, Jumat (7/8/2026).

Ia mengatakan sekitar 100 peserta atau dua bus akan diberangkatkan menuju Semarang.

Terkait potensi bertemunya massa dengan kelompok pendukung Sudewo, Suharno menegaskan pihaknya akan mengedepankan sikap dewasa dan menghindari benturan.

"Ini bagian dari demokrasi. Pro dan kontra adalah hal yang wajar. Kami akan tetap mengedepankan kedewasaan dan mengusahakan menghindari benturan antarmasyarakat," ujarnya.

Selanjutnya, pada 11 Agustus, POS akan menggelar Forum Urun Rembug membahas isu agraria dan lingkungan di Desa Karangsari, Kecamatan Cluwak. Kegiatan tersebut direncanakan menghadirkan Indonesia Human Rights for Social Justice (IHCS), DPRD Kabupaten Pati, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pati.

Pada 12 Agustus siang, POS kembali menggelar Forum Urun Rembug Warga yang membahas kebijakan Pemerintah Kabupaten Pati, ketimpangan sosial dan hukum, serta pengawasan penyelenggaraan pemerintahan yang bebas dari korupsi dan transparan. Forum itu juga akan mengundang Aliansi Petani Indonesia (API), Indonesia Corruption Watch (ICW), CELIOS, Penjabat Bupati Pati, dan DPRD Kabupaten Pati.

Malam harinya akan digelar Panggung Rakyat yang diisi pembacaan pernyataan sikap, puisi, stand-up comedy, dan penampilan musik sebagai refleksi satu tahun perjuangan rakyat Pati.

Rangkaian kegiatan akan ditutup pada 13 Agustus melalui aksi refleksi di Alun-Alun Pati dengan penyampaian hasil forum urun rembuk kepada unsur eksekutif dan legislatif.

Menurut Suharno, tujuan kegiatan tersebut adalah menjaga semangat masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan agar tercipta keadilan sosial, keadilan ekonomi, serta tata kelola pemerintahan yang bersih.

"Yang kami sampaikan sebenarnya dalam konteks yang lebih luas. Kami melihat masyarakat perlu terus menyuarakan pemberantasan korupsi agar keadilan dapat ditegakkan," katanya.