Politika.co.id — Saluran televisi pemerintah Iran, IRINN , pada Sabtu dini hari menayangkan foto-foto Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dengan latar lantunan ayat suci Al-Qur'an dan pita hitam di sudut layar. Tayangan tersebut disertai pembacaan pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) yang mengklaim telah terjadi kematian Khamenei.

Dalam pernyataan itu, SNSC menyebut Khamenei wafat di kantornya pada dini hari saat “sedang menjalankan tugas”, dan menyebutnya sebagai “martir” . SNSC juga menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan termasuk pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Laporan korban dan serangan berskala luas

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan tersebut tidak hanya menargetkan Khamenei, tetapi juga sejumlah tokoh penting negara. Kantor berita Fars , yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), melaporkan bahwa anggota keluarga Khamenei , termasuk putri, menantu, dan seorang cucunya, ikut membunuh. Laporan tersebut belum dapat ditambang secara independen.

Di sektor militer, Kantor Berita Resmi Iran (IRNA) menyebut Panglima IRGC Mohammad Pakpour serta Sekretaris Dewan Pertahanan Iran Ali Shamkhani tewas dalam serangan tersebut. Israel sebelumnya mengumumkan daftar tujuh pejabat keamanan Iran yang klaim mereka telah dibunuh, termasuk Pakpour dan Shamkhani.

Mohammad Pakpour diketahui baru menjabat sebagai Panglima IRGC setelah pendahulunya tewas dalam perang Iran–Israel selama 12 hari pada Juni 2025. Sementara Shamkhani sebelumnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam konflik tersebut.

Pernyataan AS dan Israel

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS telah melancarkan “operasi tempur besar-besaran” di Iran. Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengklaim bahwa Khamenei telah membunuh dan menyebut operasi tersebut sebagai “keadilan bagi rakyat Iran dan warga Amerika.”

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel menjalankan operasi tersebut bersama AS untuk “menyingkirkan rezim teroris di Iran”. Netanyahu juga merekrut masyarakat Iran dari berbagai kelompok etnis untuk melawan bangkitnya pemerintahan ulama.

Dilaporkan dari reuters.com, juru bicara Bulan Sabit Merah Iran, Mojtaba Khaledi , menyatakan sedikitnya 201 orang tewas dan 747 lainnya luka-luka akibat serangan yang dilaporkan terjadi di 24 dari 31 provinsi Iran . Media pemerintah Iran juga melaporkan sedikitnya 85 orang tewas akibat serangan Israel yang menghancurkan sebuah sekolah dasar di Minab , wilayah selatan Iran. 

Citra satelit dan situasi keamanan

Citra satelit yang tersebar menunjukkan kerusakan signifikan pada kompleks perumahan Khamenei di Teheran , termasuk bangunan yang menghitam dan puing-puing. Video yang ditayangkan BBC menampilkan ledakan yang terjadi dalam radius sekitar satu kilometer dari kompleks tersebut.

Pengumuman juga dilaporkan terdengar di sejumlah kota, termasuk Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah . Kantor berita Tasnim menyatakan wilayah udara Iran ditutup sejak serangan berlangsung.

Tanggapan pemerintah dan masyarakat

Televisi pemerintah Iran menyatakan Presiden Masoud Pezeshkian selamat dari serangan. Dalam pernyataan resminya, Pezeshkian mengecam serangan terhadap fasilitas sipil, termasuk sekolah di Minab, sebagai “tindakan brutal”.

Di dalam negeri, tanggapan masyarakat Iran terpantau beragam. Rekaman media sosial menampilkan kepanikan warga di sekitar lokasi ledakan, namun di sisi lain juga muncul ekspresi kelegaan dari sebagian warga yang memandang serangan tersebut sebagai potensi akhir kekuasaan ulama.

Mekanisme suksesi

Menurut konstitusi Iran, jika Pemimpin Tertinggi wafat, Majelis Ahli Kepemimpinan —yang terdiri dari 88 ulama—bertugas memilih pengganti secepatnya. Namun, proses ini diperkirakan menghadapi kendala serius mengingat situasi keamanan yang masih belum stabil.

Sementara itu, tugas-tugas Pemimpin Tertinggi biasanya diambil alih sementara oleh presiden, ketua lembaga kehakiman, dan seorang ulama senior dari Dewan Garda .

Hingga laporan ini disusun, klaim kematian Ayatollah Ali Khamenei belum dapat dilakukan secara independen oleh media internasional. Situasi di Iran masih berkembang pesat, dan informasi yang tersebar berasal dari berbagai pihak dengan kepentingan berbeda.