Rembang, Politika.co.id - Libur sekolah dimanfaatkan puluhan anak di Desa Sekararum, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, untuk belajar memainkan gamelan. Kegiatan yang digelar setiap malam itu merupakan inisiatif komunitas pemuda SKRM Squad sebagai upaya menghadirkan aktivitas positif sekaligus melestarikan budaya lokal.
Pegiat SKRM Squad, Zaenuri, mengatakan latihan gamelan digelar karena banyak anak menghabiskan waktu libur dengan bermain gawai. Selain anak yang tinggal di desa, peserta juga berasal dari anak-anak yang pulang kampung setelah bersekolah di luar daerah.
"Selama liburan banyak anak belum memiliki kegiatan rutin sehingga lebih sering bermain handphone. Kami ingin mereka memiliki aktivitas yang bermanfaat, bisa berkumpul dengan teman-teman, sekaligus belajar budaya daerah," kata Zaenuri.
Dalam latihan tersebut, peserta dikenalkan berbagai alat musik gamelan, seperti saron, demung, bonang, dan kendang. Mereka kemudian berlatih memainkan lagu-lagu sederhana agar proses belajar lebih mudah diikuti.
Menurut Zaenuri, kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi seni di Sekararum. Ia menyebut gamelan dan ketoprak pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat desa sehingga perlu dikenalkan kembali kepada generasi muda.
"Kalau anak-anak dikenalkan sejak sekarang, mereka akan tumbuh dengan rasa memiliki terhadap budaya sendiri. Harapannya, kesenian tradisional tetap lestari," ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan masyarakat. Orang tua mengantar dan menunggu anak-anak selama latihan berlangsung. Sejumlah warga juga secara sukarela membawa makanan ringan dan minuman untuk dinikmati bersama para peserta.
Zaenuri mengatakan dukungan itu menjadi penyemangat bagi SKRM Squad untuk terus menggelar kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain latihan gamelan, SKRM Squad selama ini juga aktif menginisiasi berbagai kegiatan sosial dan budaya di Desa Sekararum, seperti Festival Nginguk Githok, Pasar Ramadan, serta kegiatan kepemudaan lainnya.
Salah seorang peserta, Handaruni, mengaku senang mengikuti latihan gamelan karena dapat belajar memainkan alat musik tradisional sekaligus berkumpul bersama teman-temannya.
"Senang bisa latihan setiap malam. Lagunya mudah dipelajari, jadi semakin semangat," ujarnya.
SKRM Squad berharap latihan gamelan dapat terus berlangsung meski masa libur sekolah telah berakhir. Melalui kegiatan tersebut, komunitas pemuda itu ingin mendorong lahirnya regenerasi pelaku seni tradisional sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap budaya lokal.