Pekalongan – Sebuah rekaman CCTV berdurasi 21 detik yang memperlihatkan dugaan hubungan terlarang antara seorang kepala sekolah dan guru di Kabupaten Pekalongan viral di media sosial. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pekalongan memastikan kepala sekolah yang bersangkutan telah dicopot dari jabatannya.
Video tersebut sebelumnya beredar melalui akun Facebook Pekalongan Berita. Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut rekaman CCTV itu diduga memperlihatkan oknum kepala sekolah dan guru SD di Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni.
Kepala Disdikbud Kabupaten Pekalongan, Kholid, membenarkan bahwa dua orang dalam rekaman tersebut merupakan kepala sekolah dan guru di wilayah Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, kejadian itu berlangsung pada awal Agustus 2026.
"Keduanya memang kepala sekolah dan guru. Informasinya itu awal Agustus. Oknum kepala sekolah langsung kita copot dan 'kandangkan' di dinas. Untuk oknum gurunya sudah kita pindah ke tempat yang jauh," kata Kholid saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).
Kholid menyebut keduanya diketahui telah memiliki rumah tangga masing-masing. Dugaan hubungan khusus antara keduanya juga disebut telah lama menjadi perhatian guru dan karyawan di sekolah tersebut.
Pihak sekolah kemudian memasang kamera CCTV sebagai upaya untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar.
"Yang pasang kamera CCTV inisiatif sendiri karena isu hubungan keduanya kan sudah lama beredar," kata Kholid.
Selain mencopot kepala sekolah dari jabatannya dan memindahkan guru yang bersangkutan, Disdikbud Kabupaten Pekalongan masih menyiapkan sanksi lanjutan.
Menurut Kholid, keputusan mengenai sanksi berikutnya masih menunggu rekomendasi dari Plt Bupati Pekalongan. Bentuk sanksi tersebut dapat berupa penurunan jabatan maupun tindakan lainnya.
"Untuk sanksi selanjutnya masih menunggu disposisi pimpinan, apakah itu diturunkan jabatannya satu tingkat atau sanksi lainnya," ujar dia.
Kholid berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi para tenaga pendidik. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap dan memberikan keteladanan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.