Jakarta, Politika.co.id — Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Keputusan tersebut berlaku efektif mulai 2 Juni 2026.
Pengumuman pergantian itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang juga bertindak sebagai Juru Bicara Presiden, dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.
“Pada hari ini, Selasa 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo.
Sebagai pengganti Dadan, Presiden menunjuk Nanik Suryati Dayang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN untuk memimpin lembaga tersebut.
Pergantian ini terjadi pada hari yang sama ketika Dadan masih menjalankan tugasnya mendampingi Presiden Prabowo meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Setelah itu, mereka juga meninjau pelaksanaan program serupa di SMP Negeri 111 Jakarta.
Dadan merupakan akademisi dan pakar entomologi dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia pertama kali dipercaya memimpin BGN pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 94B Tahun 2024 tentang Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.
Pelantikan Dadan dilakukan pada 19 Agustus 2024 bersama sejumlah pejabat negara lainnya menjelang berakhirnya masa pemerintahan Presiden Jokowi. Setelah pemerintahan berganti, ia tetap melanjutkan tugas sebagai Kepala BGN hingga akhirnya digantikan pada 2 Juni 2026.
BGN merupakan lembaga yang dibentuk untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis, salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo. Program tersebut sebelumnya menjadi janji utama Prabowo dalam Pemilihan Presiden 2024.
Sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, Program MBG ditujukan untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi peserta didik, balita, serta ibu hamil dan menyusui sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat.