Semarang, Politika.co.id – Ikatan Mutakhorijin Mutakhorijat Silahul Ulum (IMMASU) Wilayah Semarang menggelar khataman Al-Qur'an dan sarasehan alumni di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Minggu (7/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi alumni dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Yayasan Silahul Ulum Asempapan, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati.
Mengusung tema “IMMASU dalam Rindu: Menapak Jejak Guru, Menjaga Amanah Ilmu”, kegiatan ini mempertemukan alumni dari berbagai angkatan dan daerah. Hadir pula pengurus Yayasan Silahul Ulum, pengurus IMMASU, serta anggota Forum Silaturahmi Mahasiswa Alumni Silahul Ulum (Forsimasu) dari sejumlah wilayah.
Presiden IMMASU, M. Aqib Abdul Jalil, mengatakan peringatan enam dekade perjalanan Yayasan Silahul Ulum menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat ikatan antara alumni dengan almamater. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap para guru yang telah memberikan bekal ilmu kepada para alumni.
"HUT ke-60 ini kami maknai sebagai momentum untuk kembali berkumpul, mengenang jasa para guru, dan memperkuat komitmen dalam menjaga amanah ilmu yang telah diwariskan kepada kami," ujarnya.
Rangkaian acara diawali dengan khataman Al-Qur'an yang dipersembahkan sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang Yayasan Silahul Ulum yang telah memasuki usia 60 tahun. Selanjutnya, para peserta mengikuti sarasehan yang membahas berbagai gagasan dan kontribusi alumni bagi pengembangan yayasan maupun masyarakat.
Dalam forum tersebut, Aqib menegaskan bahwa IMMASU merupakan wadah yang terbuka bagi seluruh keluarga besar Silahul Ulum. Keanggotaan IMMASU, kata dia, tidak terbatas pada alumni jenjang tertentu, melainkan mencakup siapa saja yang pernah menimba ilmu dan memiliki kedekatan dengan Silahul Ulum.
"Siapa pun yang pernah menjadi bagian dari Silahul Ulum, baik lulusan MI, MTs, MA, bahkan yang hanya pernah belajar sehari di Silahul Ulum maupun mereka yang memiliki kecintaan terhadap Silahul Ulum, semuanya adalah keluarga besar IMMASU," katanya.
Ia menjelaskan, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut mencerminkan kerinduan alumni terhadap almamater, para guru, serta nilai-nilai keilmuan yang selama ini menjadi fondasi pendidikan di Silahul Ulum. Selain mempererat silaturahmi, sarasehan juga dimanfaatkan untuk membangun sinergi dan memperkuat jaringan alumni.
Menurut Aqib, keberadaan alumni memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan yayasan. Karena itu, ia berharap komunikasi dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dipelihara melalui berbagai kegiatan yang berkelanjutan.
"Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dan menjadi tradisi yang baik di keluarga besar IMMASU," ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap langkah yang dilakukan IMMASU Semarang dapat menjadi inspirasi bagi keluarga besar IMMASU di daerah lain untuk menyelenggarakan kegiatan serupa.
"Mudah-mudahan apa yang dilakukan IMMASU Semarang dapat menjadi contoh dan menginspirasi keluarga IMMASU di daerah lain, seperti Yogyakarta, Kudus, dan wilayah lainnya untuk menggelar kegiatan yang sama sehingga silaturahmi dan semangat menjaga amanah ilmu terus terawat," katanya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk para pendiri, guru, dan alumni yang telah wafat. Doa tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam membangun Yayasan Silahul Ulum hingga tetap eksis dan berkembang selama enam dekade.