Pati, Politika.co.id - Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kabupaten Pati menyambut positif penunjukan Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia. HIPKA menilai kepemimpinan Sudaryono diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal.

Dalam keterangannya, Sekretaris HIPKA Kabupaten Pati, Wahyu Nur Aji, menyampaikan ucapan selamat atas amanah baru yang diemban Sudaryono. Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang besar apabila dikelola dengan melibatkan berbagai sektor usaha dalam negeri.

"Atas nama keluarga besar HIPKA Kabupaten Pati, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Dr. Sudaryono atas pelantikannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Kami optimistis di bawah kepemimpinan beliau, Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan semakin baik dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," ujar Aji.

Ia menilai program tersebut memiliki potensi menjadi penggerak ekonomi daerah karena membuka peluang keterlibatan berbagai pelaku usaha, mulai dari UMKM, petani, peternak, nelayan hingga koperasi. Dengan rantai pasok yang melibatkan produk lokal, manfaat program tidak hanya dirasakan penerima manfaat, tetapi juga masyarakat yang bergerak di sektor produksi pangan.

"Kami berharap Program Makan Bergizi Gratis di bawah kepemimpinan Bapak Sudaryono tidak hanya menjadi investasi gizi bagi generasi bangsa, tetapi juga menjadi lokomotif ekonomi kerakyatan. Keterlibatan UMKM, petani, peternak, nelayan, dan koperasi diharapkan menjadi fondasi kemandirian pangan, pemerataan kesejahteraan, serta penguatan ekonomi nasional yang berpihak kepada rakyat," katanya.

Menurut Aji, HIPKA sebagai organisasi yang mewadahi para pengusaha siap mendukung berbagai kebijakan yang mendorong tumbuhnya ekonomi berbasis kerakyatan. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci agar kebutuhan pangan dalam Program MBG dapat dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, Kabupaten Pati memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga industri pangan yang dapat berkontribusi dalam mendukung keberhasilan program nasional tersebut. Karena itu, HIPKA berharap daerah-daerah dengan potensi produksi pangan seperti Pati mendapatkan ruang yang lebih besar dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis.

"Apabila seluruh potensi daerah dapat diberdayakan, maka manfaat Program MBG tidak hanya berhenti pada peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan nasional," ujarnya.

HIPKA Pati pun menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mendorong terciptanya ekosistem usaha yang sehat dan produktif. Organisasi tersebut berharap kepemimpinan Sudaryono di Badan Gizi Nasional mampu menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pemberdayaan pelaku usaha lokal, sehingga cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 dapat didukung oleh fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat.