Rembang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggandeng Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang untuk memperkuat pembinaan keagamaan bagi siswa Sekolah Rakyat di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang.
Upaya tersebut ditindaklanjuti dengan kunjungan Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ bersama Kepala Kantor Kemenag Rembang ke Sekolah Rakyat, Senin (10/8/2026).
Kunjungan dilakukan setelah muncul aspirasi dari siswa dan pengelola terkait kebutuhan kegiatan keagamaan. Para siswa diketahui telah menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat selama lebih dari satu bulan.
Hanies mengatakan pembinaan keagamaan menjadi salah satu kebutuhan yang disampaikan siswa selama mengikuti kegiatan pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Kami mendapat laporan bahwa anak-anak sudah lebih dari satu bulan berada di Sekolah Rakyat dan banyak yang menanyakan kapan mulai ada kegiatan mengaji atau pembinaan keagamaan. Karena itu saya mengajak Kepala Kementerian Agama untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus membahas langkah tindak lanjutnya,” ujar Hanies.
Dalam kunjungan itu, Pemkab Rembang dan Kemenag berdiskusi dengan pihak sekolah serta pengelola untuk menyusun mekanisme kegiatan keagamaan yang sesuai dengan kondisi siswa.
Hanies menyebut pembahasan teknis program tersebut telah dimulai. Namun, pelaksanaannya masih membutuhkan penyelesaian sejumlah aspek administratif lantaran Sekolah Rakyat melibatkan berbagai instansi.
Kemenag Rembang nantinya dapat mengoptimalkan penyuluh agama yang berada di wilayah sekitar Sekolah Rakyat. Di antaranya dari Kecamatan Sulang, Gunem, Bulu, dan Rembang.
Menurut Hanies, materi awal pembinaan akan diarahkan pada baca tulis Al-Qur’an serta pengetahuan keagamaan dasar yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Pada tahap awal, pembelajaran akan difokuskan pada baca tulis Al-Qur’an dan pengetahuan keagamaan dasar yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Tujuannya agar anak-anak juga mendapatkan penguatan nilai-nilai keagamaan selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Ia menambahkan pendidikan di Sekolah Rakyat tidak cukup hanya mengejar kemampuan akademik. Pembentukan karakter, kedisiplinan, kemampuan sosial, dan penguatan spiritual juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan siswa.
Dalam kunjungan tersebut, Hanies turut berdialog dengan wali asuh dan wali asrama yang mendampingi siswa setiap hari. Ia meminta para pendamping tetap memberikan pendampingan secara optimal.
“Saya meminta para wali asuh dan wali asrama tetap semangat dalam mendampingi anak-anak. Mereka memiliki tugas yang tidak ringan karena harus menjadi orang tua sekaligus pembimbing selama anak-anak berada di sini,” katanya.
Selain Kemenag, Pemkab Rembang juga melibatkan unsur TNI melalui Koramil Sulang dalam mendukung pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa.
Hanies berharap keterlibatan berbagai pihak tersebut dapat membentuk sistem pembinaan yang lebih terpadu. Dengan demikian, siswa Sekolah Rakyat tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga mendapatkan pendampingan dalam aspek karakter, kedisiplinan, sosial, dan keagamaan.
“Kami berharap pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai keagamaan. Dengan kolaborasi berbagai pihak, Sekolah Rakyat dapat menjadi ruang tumbuh yang baik bagi anak-anak,” pungkasnya.