JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, menaikkan anggaran belanja tak terduga (BTT) dari Rp5 miliar menjadi Rp12,5 miliar untuk mengantisipasi potensi bencana alam selama musim penghujan.
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar mengatakan, penambahan anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan bencana jika terjadi cuaca ekstrem di wilayah setempat.
"Alhamdulillah BTT sudah kita naikkan dari Rp5 miliar menjadi Rp12,5 miliar. Semoga ini tidak jadi kita pakai, artinya tidak ada bencana yang terjadi di Kabupaten Jepara," kata Hajar saat rapat koordinasi Kesiapan Menghadapi Musim Penghujan di Pendopo Kartini Jepara, kemarin.
Rapat tersebut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, serta komunitas pelestari lingkungan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan.
Hajar mengatakan, Pemkab Jepara bersama Forkopimda telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, di antaranya perbaikan dan normalisasi sungai, perbaikan pintu air, pemasangan trash boom atau penghalang sampah, serta penguatan tebing Kali Pasokan.
Pemerintah daerah juga melakukan pemeliharaan irigasi dan memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, puncak musim penghujan diperkirakan berlangsung pada awal Januari hingga akhir Februari. Karena itu, seluruh jajaran pemerintah diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan mengidentifikasi wilayah rawan bencana.
"Kami mohon, yang menjadi titik-titik bencana ini dapat diidentifikasi oleh Pak Camat dan jajaran forkopimcam, dan disampaikan kesiapannya seperti apa," ujarnya.
Hajar juga meminta instansi terkait meningkatkan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media sosial hingga tingkat desa.
Selain itu, BPBD Jepara diminta segera menyampaikan informasi kebencanaan kepada pemerintah kecamatan dan desa agar langkah antisipasi dapat disiapkan sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Ia mencontohkan penanganan bencana di Desa Tempur pada 2025. Menurut Hajar, koordinasi, dukungan, dan aksi bersama berbagai pihak menjadi salah satu faktor yang membantu penanganan bencana tersebut.