POLITIKA.CO.ID - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta resmi melantik Badan Pengelola Latihan (BPL) pada Jumat (3/4) di Aula Teras Malioboro 1. Pelantikan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sistem kaderisasi HMI agar lebih adaptif terhadap dinamika sosial dan politik.

Sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Amin Tohari menyampaikan materi bertajuk “Menata Sistem Training HMI untuk Penguatan Analisis Kader dalam Lanskap Sosial dan Politik” . Ia menekankan pentingnya sistem pelatihan yang mampu membentuk daya analisis kader secara kritis dan berbasis penelitian.

“Pelatihan HMI harus diarahkan tidak hanya sebagai kegiatan formal, tetapi menjadi ruang produksi pengetahuan yang mampu membaca realitas sosial secara mendalam,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Sri Wahyuni, Ketua Umum BPL HMI Cabang Yogyakarta periode 2002–2004, memaparkan materi “BPL Kuat HMI Hebat: Menguatkan Kaderisasi HMI untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan” . Ia menegaskan bahwa kekuatan HMI terletak pada konsistensi kaderisasi yang terstruktur serta berorientasi pada pembentukan kepemimpinan.

Dalam kesempatan yang sama, Dyah Ayu Listyarini dari BLKPP DIY membawakan materi bertema “Penguatan Sumber Daya Manusia untuk Mendorong Pembangunan dan Produktivitas Bangsa Indonesia” . Ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai kunci menghadapi tantangan global.

Ketua Umum BPL HMI Cabang Yogyakarta, Ihlasul Amal, dalam Segalanya menegaskan bahwa arah kaderisasi ke depan perlu mengalami pembaruan. Menurutnya, HMI harus membangun pelatihan iklim yang berbasis penelitian dan berangkat dari permasalahan nyata di tengah masyarakat.

“Kita harus menciptakan pelatihan iklim dan perkaderan yang berbasis penelitian serta berangkat dari masalah. Dengan begitu, kader tidak hanya memahami teori, tetapi mampu memberikan solusi atas kenyataan yang dihadapi,” ujarnya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran BPL sebagai pengelola utama sistem pelatihan HMI, sekaligus mendorong lahirnya kader yang kritis, solutif, dan berdaya saing dalam menghadapi perkembangan zaman.