Bekasi, Politika.co.id - Kecelakaan tabrakan kereta api di wilayah Bekasi menelan korban jiwa. Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
Presiden Prabowo Subianto langsung meninjau para korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Bekasi, Selasa (28/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis secara maksimal.
“Semuanya sudah ditangani, yang saya lihat sudah ditangani dengan baik,” ujar Presiden.
Presiden juga menjenguk korban luka yang tengah menjalani perawatan intensif. Ia menyebut sebagian besar korban telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik. Selain itu, pemerintah menjamin pemberian santunan bagi korban maupun keluarga korban meninggal dunia.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan yang terjadi di sekitar Stasiun Bekasi Timur tersebut.
Menanggapi tingginya risiko kecelakaan di perlintasan kereta, Presiden mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa.
“Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 T ya, Rp4 triliun, demi keselamatan,” kata Prabowo.
Ia menjelaskan, ribuan titik perlintasan tersebut merupakan infrastruktur lama sejak masa kolonial yang belum mendapatkan penanganan menyeluruh. Banyak di antaranya tidak memiliki penjagaan sehingga rawan kecelakaan.
Untuk itu, Presiden menginstruksikan percepatan penanganan melalui dua skema, yakni pembangunan pos jaga serta pembangunan jembatan layang (flyover) di titik-titik rawan.
“Saya akan perintahkan segera kita akan perbaiki semua lintasan tersebut, apakah dengan pos jaga atau flyover,” tegasnya.
Khusus di Bekasi, pemerintah telah menyetujui pembangunan flyover melalui skema bantuan presiden, mengingat tingginya kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut. Usulan ini sebelumnya diajukan oleh Pemerintah Daerah Bekasi guna menekan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.
Presiden menegaskan, anggaran besar tersebut perlu segera direalisasikan mengingat pentingnya kereta api sebagai moda transportasi massal masyarakat serta untuk menuntaskan persoalan keselamatan yang telah berlangsung puluhan tahun.
Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka dan pemakaman korban meninggal dunia akan ditanggung melalui asuransi dan pihak KAI.
Para korban luka saat ini telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Bekasi dan RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, serta beberapa rumah sakit swasta di wilayah Bekasi.
Sebagai bentuk pelayanan darurat, KAI juga membuka Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban memperoleh informasi terkait kondisi penumpang dan penanganan barang milik pelanggan.