Pati – Aksi reuni akbar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPRD Pati, Kamis (13/8/2026), turut diikuti massa yang mengaku berasal dari luar daerah. Hal itu terekam saat Anggota DPRD Pati Teguh Bandang Waluyo berkomunikasi dengan sejumlah peserta aksi di dalam gedung DPRD.
Dalam rekaman siaran langsung TikTok akun tiktokpati78, Bandang sempat menanyakan asal salah seorang peserta yang ikut menyampaikan aspirasi.
"Izin, Bapak dari mana?" tanya Bandang.
Peserta tersebut menjawab, "Saya dari Surabaya."
Bandang kemudian menjelaskan bahwa dirinya ingin mengenal peserta tersebut karena baru pertama kali bertemu dalam aksi di Pati.
"Kami kan tamu di Pati. Kami menghormati dong. Jenengan namanya siapa, alamatnya mana?" ujar Bandang.
Percakapan kemudian berlangsung cukup alot. Peserta tersebut menyampaikan bahwa persoalan yang dibawa dalam aksi bukan hanya persoalan Kabupaten Pati, tetapi juga menyangkut masyarakat Indonesia.
"Pati, sebenarnya masalah Pati saja. Masalah masyarakat Pati... masyarakat Indonesia," kata peserta tersebut.
Bandang kemudian menegaskan posisinya sebagai wakil rakyat Kabupaten Pati. Ia meminta agar warga Pati diberikan kesempatan terlebih dahulu untuk menyampaikan aspirasinya.
"Biarkan ini warga Pati yang berbicara dulu, Mas. Biarkan warga Pati. Kan ini wakil rakyat di Pati loh, bukan wakil rakyat Semarang loh," kata Bandang.
Dalam percakapan tersebut, Bandang juga sempat menyinggung adanya peserta yang berasal dari Semarang. Hal ini memperkuat adanya peserta aksi yang mengaku datang dari luar Kabupaten Pati.
Bandang menegaskan bahwa persoalan bukan terletak pada perbedaan pandangan, tetapi pada cara penyampaian aspirasi.
"Kan beda, Mas. Bedalah. Nek cara penyampaiannya sudah oke, nggak ada masalah kita," ujarnya.
Peserta yang mengaku berasal dari Surabaya kemudian menyampaikan harapannya agar Pati dapat menjadi contoh dalam menyikapi persoalan nasional.
"Ini jujur aja kan ini negeri lagi sakit, Pak. Harapan kami Pati menjadi role model," katanya.
Ia juga meminta anggota DPRD Pati menunjukkan ketegasan sikap terhadap tuntutan yang disampaikan massa.
"Kami minta ketegasan sikap... ketegasan sikap dari kalian-kalian ini," ujarnya.
Aksi AMPB tersebut berlangsung di depan hingga masuk ke Gedung DPRD Pati. Massa mendesak DPRD Pati menggelar rapat untuk membahas tuntutan mereka, termasuk dukungan terhadap pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset.