Blora – Gelaran DWS Dragbike Championship feat Ikatan Motor Indonesia (IMI) Blora 2026 turut meramaikan Kabupaten Blora. Ajang balap dragbike tersebut digelar pada Sabtu (15/8/2026) di Sirkuit NP Jalan Pemuda Blora.
Kegiatan ini menjadi salah satu wadah bagi para pembalap dan pecinta otomotif untuk menyalurkan minat serta kemampuan mereka dalam olahraga balap motor.
Anggota DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya mengatakan, penyelenggaraan kompetisi otomotif di daerah perlu terus didukung karena dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan prestasi.
Menurutnya, olahraga otomotif tidak hanya berkaitan dengan kecepatan, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan, keberanian, ketelitian, serta kemampuan mengendalikan diri.
“Ajang seperti DWS Dragbike Championship ini harus kita lihat sebagai ruang bagi anak-anak muda untuk menyalurkan energi dan bakatnya secara positif. Mereka memiliki kesempatan untuk berkompetisi secara sehat sekaligus mengasah kemampuan agar bisa berprestasi lebih tinggi,” kata Danang, wakil rakyat dari Dapil Jateng III, yang meliputi Pati, Rembang, Blora dan Grobogan.
Danang juga menilai keberadaan kompetisi dragbike di Blora dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga otomotif di daerah. Terlebih, antusiasme masyarakat terhadap olahraga tersebut cukup tinggi.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai ajang perlombaan, tetapi dapat menjadi bagian dari pembinaan atlet otomotif secara berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah bagaimana kompetisi ini bisa menjadi bagian dari proses pembinaan. Dari sini kita berharap muncul pembalap-pembalap muda dari Blora dan daerah sekitar yang nantinya mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan hiburan bagi masyarakat Blora. Kehadiran peserta, tim balap, mekanik, dan penonton turut menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi kegiatan.
Danang menambahkan, penyelenggaraan event otomotif juga harus tetap mengedepankan aspek keselamatan dan ketertiban. Menurutnya, semangat berkompetisi harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan panitia maupun penyelenggara.
“Prestasi tentu penting, tetapi keselamatan tetap menjadi prioritas. Saya berharap seluruh pembalap, tim, panitia, dan penonton dapat mengikuti aturan yang ada sehingga kegiatan berlangsung aman, tertib, dan memberikan pengalaman positif bagi semua pihak,” katanya.
Melalui kompetisi yang terarah, para pembalap muda diharapkan tidak hanya memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga memperoleh pengalaman bertanding yang dapat menjadi bekal menuju kompetisi yang lebih tinggi.