Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan konsep layanan dokter terbang yang disiapkan pemerintah untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Prasetyo mengatakan, gagasan tersebut muncul karena kondisi geografis Indonesia yang sangat luas, sementara keberadaan fasilitas kesehatan belum sepenuhnya merata. Kondisi itu membuat sebagian masyarakat membutuhkan waktu dan jarak tempuh yang panjang untuk mendapatkan pelayanan medis.

“Kenapa kemudian muncul juga ide mengenai dokter terbang? Istilah terbang itu karena dalam beberapa kali kesempatan kita berkeliling ke seluruh wilayah di Indonesia memang negara kita sangat luas ya, jangkauan fasilitasnya belum merata,” kata Prasetyo, dikutip dari Antara, Sabtu (15/8/2026).

Konsep dokter terbang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8).

Menurut Prasetyo, pemerintah tidak hanya mengandalkan konsep dokter terbang. Pembenahan fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD), juga terus dilakukan untuk memperpendek jarak masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan.

Dokter terbang nantinya diarahkan sebagai unit reaksi cepat kesehatan berbasis helikopter untuk menjangkau wilayah tertentu yang memiliki keterbatasan akses. Konsep tersebut dinilai dapat menjadi salah satu solusi bagi daerah dengan kondisi geografis yang menyulitkan masyarakat menuju fasilitas kesehatan.

Meski demikian, Prasetyo menegaskan konsep dokter terbang bukan berarti seluruh desa dan kelurahan akan memiliki moda transportasi udara.

“Tidak juga kemudian seluruh desa atau seluruh kelurahannya kemudian ada moda transportasi udaranya, kan tidak selalu seperti itu,” ujarnya.

Selain dokter terbang, pemerintah juga menyiapkan layanan dokter gigi keliling atau mobile dentist. Prasetyo menyebut Presiden Prabowo telah meminta BUMN menyiapkan kendaraan yang dilengkapi peralatan untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi secara langsung kepada masyarakat.

Layanan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan kesehatan gigi, terutama bagi masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Prasetyo mengatakan pengembangan kendaraan mobile dentist saat ini masih berlangsung. Pemerintah juga melakukan evaluasi karena peralatan yang diperlukan untuk pelayanan kesehatan gigi berbeda dengan perlengkapan kedokteran umum.

Dengan pengembangan dokter terbang dan dokter gigi keliling, pemerintah berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat dan mudah dijangkau, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi kendala geografis.