Pati - Organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) se-Kabupaten Pati menggelar doa bersama dan pernyataan sikap untuk menjaga keamanan, kedamaian, dan kondusivitas daerah.

Kegiatan bertajuk “Doa Bersama & Pernyataan Sikap Bersama untuk Pati yang Damai, Aman, Kondusif, dan Bermartabat” digelar di Alun-Alun Pati, Jumat (21/8/2026).

Ketua Panitia, Ahmad Sulaim Habibi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi Kabupaten Pati. Menurutnya, kegiatan itu murni bertujuan menjaga Pati tetap kondusif.

“Harapannya seperti tadi, kita enggak ada niat apa pun. Niatnya cuma satu, ingin Pati yang kondusif. Enggak ada tujuan lain kecuali Pati yang kondusif,” ujarnya.

Ia menyebut, 22 ormas dan LSM yang hadir menyatakan komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kedamaian di Kabupaten Pati.

Wakil Rois PCNU Pati, KH Abdul Majid, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan kesepakatan dalam menjaga Pati agar tetap damai, aman, kondusif, dan bermartabat.

Ia meminta setiap persoalan diselesaikan sesuai ranah dan kewenangan masing-masing agar tidak berkembang menjadi kerusuhan.

“Kalau masalah hukum kita serahkan pada penegak hukum. Kalau masalah pembangunan kita serahkan pada OPD-OPD yang bersangkutan. Dan masalah-masalah yang ada hubungannya dengan perwakilan kita serahkan pada Dewan,” jelasnya.

Abdul Majid juga mendorong penyelesaian persoalan melalui musyawarah mufakat. Ia menilai masyarakat perlu mencari kebenaran berdasarkan aturan, bukan sekadar mencari kesalahan.

“Bukan istilahnya mencari kesalahan, tetapi mencari kebenaran yang ada sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya.

Terkait demonstrasi, Abdul Majid mengatakan penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar aksi dilakukan dengan etika dan cara yang bermartabat.

“Kalau demo itu adalah menyampaikan aspirasi. Apabila itu benar dengan baik, dengan etika, dan memang betul-betul ada kesalahan, tidak salah paham, itu tidak masalah,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat K. Nur Qosim mengatakan penyatuan ormas dan LSM menjadi bagian dari upaya menjaga Pati tetap kondusif.

Ia mengajak seluruh masyarakat saling menghormati tanpa membedakan latar belakang. Menurutnya, masyarakat memiliki tanggung jawab bersama menjaga persaudaraan dan keamanan daerah.

“Intinya itu kondusif lah Pati ini biar baik semua. Namanya kita saudara wajib kalau ada orang yang tidak cocok, kita kan NKRI,” ujarnya.

Nur Qosim berharap hubungan antara masyarakat, ulama, dan pemerintah terus diperkuat. Ia menilai komunikasi dan kebersamaan menjadi kunci agar berbagai persoalan di Pati dapat diselesaikan secara damai dan tidak berkembang menjadi konflik.