Jakarta, Politika.co.id - Presiden Prabowo Subianto memberikan penugasan khusus awal tahun 2026 kepada sejumlah pejabat negara dalam rapat terbatas yang digelar di kediaman dinas Presiden RI, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Pengugasan tersebut diberikan kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pertemuan yang berlangsung sejak sore hingga malam itu membahas laporan Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI terkait rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di tiga provinsi di Sumatera.
Presiden Prabowo menerima Wakil Ketua DPR Prof Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di kediaman dinas Presiden, Widya Chandra, ujar Teddy saat dihubungi di Jakarta, Jumat malam.
Menurut Teddy, dalam rapat tersebut Presiden juga memberikan pengugasan khusus awal tahun kepada masing-masing peserta rapat. Namun, ia tidak mengukur secara spesifik isi dan bentuk pengugasan tersebut, termasuk yang diberikan kepada Wakil Ketua DPR RI.
Terpisah, Presiden Prabowo mengawali tahun 2026 dengan memimpin langsung rapat terbatas penanganan dampak bencana di Aceh Tamiang, Aceh, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang dan longsor.
Rapat tersebut melibatkan sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
Hadir pula Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak, serta jajaran direksi dari 15 BUMN yang terlibat dalam pembangunan perumahan bagi pengungsi.
Dalam rapat tersebut, Presiden menerima laporan terkait kondisi pengungsi, kemajuan pembangunan perumahan sementara dan tetap, serta rencana rekonstruksi dan rehabilitasi yang akan dilaksanakan pemerintah dalam jangka menengah dan panjang.