Politika.co.id - Google telah mengkonfirmasi bahwa mereka sedang bereksperimen dengan kebijakan pendaftaran akun baru di beberapa wilayah tertentu yang dapat secara signifikan mengurangi jumlah penyimpanan gratis yang diberikan kepada pengguna Gmail baru.

Meskipun penawaran standar selama ini adalah penyimpanan gratis 15GB , pengguna baru di beberapa wilayah di dunia melaporkan bahwa kuota awal mereka telah dipangkas menjadi hanya 5GB . Namun, ada syaratnya: pengguna dapat "mengambil kembali" 10GB yang hilang dengan memberikan nomor telepon mereka kepada Google.

Kompromi: Privasi untuk Penyimpanan

Tangkapan layar yang dibagikan oleh pengguna di Reddit dan forum online lainnya mengungkapkan langkah baru dalam proses pembuatan akun. Secara default, akun dimulai dengan 5GB. Untuk membuka kunci 15GB penuh, pengguna harus memilih untuk membagikan nomor telepon mereka dengan raksasa teknologi tersebut.

Dalam pernyataan yang diberikan kepada Android Authority , Google mengkonfirmasi fase pengujian tersebut:

“Kami sedang menguji kebijakan penyimpanan baru untuk akun baru yang dibuat di wilayah tertentu yang akan membantu kami terus menyediakan layanan penyimpanan berkualitas tinggi kepada pengguna kami, sekaligus mendorong pengguna untuk meningkatkan keamanan akun dan pemulihan data mereka,” jelasnya.

Keamanan vs. Pengumpulan Data

Sikap resmi Google menyebut ini sebagai inisiatif keamanan, dengan menyatakan bahwa nomor telepon yang terhubung mempermudah pemulihan akun dan otentikasi dua faktor. Namun, langkah ini telah memicu gelombang kritik di dunia maya.

Banyak pengguna memandang eksperimen ini sebagai taktik paksaan untuk mengumpulkan lebih banyak data pribadi. Dengan mengunci sebagian besar penyimpanan "standar" di balik dinding berbagi data, para kritikus berpendapat bahwa Google memaksa pengguna untuk memilih antara privasi mereka dan jumlah ruang penyimpanan cloud yang fungsional.

Detail dan Ketidakpastian Utama

  • Lokasi: Google belum mengungkapkan wilayah spesifik mana yang berpartisipasi dalam uji coba ini.
  • Durasi: Masih belum jelas berapa lama eksperimen ini akan berlangsung atau apakah pada akhirnya akan menjadi standar global.
  • Akun yang Sudah Ada: Saat ini, kebijakan ini hanya menargetkan pendaftaran akun baru; kuota 15GB pengguna yang sudah ada tampaknya tidak terpengaruh untuk saat ini.

Perkembangan ini mengikuti tren yang lebih luas dari layanan "freemium" yang memperketat anggaran mereka, seiring dengan meningkatnya biaya penyimpanan cloud dan perusahaan teknologi yang mencari lebih banyak data pengguna yang terverifikasi untuk memerangi akun bot dan meningkatkan keamanan yang ditargetkan.