Pati, Politika.co.id — Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati. Penghentian sementara tersebut dilakukan karena Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di sejumlah dapur MBG belum memenuhi ketentuan yang berlaku.

Koordinator Wilayah Program Makan Bergizi Gratis Kabupaten Pati, Ahmad Khoirul Basar, mengatakan penghentian operasional telah diberlakukan sejak 25 Mei 2026. Seluruh SPPG yang disuspend memiliki permasalahan yang sama, yakni terkait pengelolaan limbah melalui IPAL.

"Semua sembilan SPPG yang disuspend karena IPAL. Untuk pencabutan suspend menunggu perbaikan. Kalau perbaikannya cepat, maka proses pencabutan suspend juga bisa segera diajukan kembali," ujarnya.

Adapun sembilan SPPG yang saat ini dihentikan sementara meliputi SPPG Pati Juwana Karangrejo, SPPG Pati Kayen Kayen 2, SPPG Pati Gembong Wonosekar, SPPG Pati Margorejo Sukoharjo, SPPG Pati Tlogowungu Guwo, SPPG Pati Tlogowungu Guwo 2, SPPG Pati Sarirejo 2, SPPG Pati Kutoharjo, dan SPPG Pati Kayen Sundoluhur 2.

Basar menjelaskan, tidak ada batas waktu tertentu untuk masa penghentian operasional tersebut. SPPG dapat kembali beroperasi setelah melakukan perbaikan sesuai standar dan memperoleh persetujuan dari BGN melalui proses evaluasi.

Menurut dia, kepatuhan terhadap standar operasional, termasuk pengelolaan limbah, menjadi syarat penting agar pelaksanaan Program MBG berjalan aman dan berkelanjutan.

Ia juga mengimbau seluruh pengelola SPPG di Kabupaten Pati untuk lebih memperhatikan kelengkapan IPAL dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) lainnya agar tidak mengalami penghentian operasional.

"Saat ini di Kabupaten Pati terdapat 164 SPPG yang sudah beroperasi. Dari jumlah itu, sembilan SPPG masih berstatus suspend. Untuk sementara belum ada rencana penambahan SPPG baru," katanya.

Basar menambahkan, sebelumnya SPPG Margorejo juga sempat dihentikan sementara setelah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa pada Februari 2026. Namun, setelah melalui evaluasi dan perbaikan bersama Dinas Kesehatan, dapur MBG tersebut kini telah kembali beroperasi.

"SPPG Margorejo yang sempat mengalami KLB sudah dievaluasi dan dilakukan perbaikan. Hasilnya sudah sesuai SOP dan kini kembali beroperasi," ujarnya.

Berdasarkan data Korwil MBG Kabupaten Pati, hingga kini terdapat sembilan SPPG yang masih berstatus suspend sambil menunggu penyelesaian persoalan IPAL serta verifikasi ulang dari pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh dapur MBG memenuhi standar yang ditetapkan sebelum kembali melayani penerima manfaat.