Solo - Pusat Grosir Solo (PGS) resmi ditutup permanen setelah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang. Seluruh pedagang diberi waktu hingga 7 Agustus 2026 untuk mengosongkan kios sebelum kawasan tersebut sepenuhnya berada dalam penguasaan Tim Kurator.

Perwakilan manajemen di bawah Tim Kurator, Bachtiar Ibnu Fadzli, mengatakan para penyewa diberi tenggat selama tujuh hari, mulai 1 hingga 7 Agustus 2026, untuk membawa seluruh barang milik pribadi dari kios masing-masing.

"Tenant-tenant diberikan waktu 7 hari untuk mengosongkan barang-barang milik pribadi. Setelah itu semua barang yang ada di dalam ruang lingkup area PGS itu merupakan aset kepailitan," kata Fadzli, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, seluruh barang yang masih berada di area PGS setelah masa pengosongan berakhir akan menjadi bagian dari harta pailit. Aset tersebut selanjutnya akan masuk dalam proses pemberesan dan dilelang sesuai ketentuan yang berlaku.

Operasional PGS sendiri telah dihentikan sejak 31 Juli 2026. Namun, Tim Kurator masih memberikan waktu kepada para pedagang untuk memindahkan barang dagangan sebelum penutupan diberlakukan sepenuhnya.

Saat ini masih terdapat sekitar 60 kios yang sebelumnya aktif ditempati di area basement, lantai dasar, dan atrium. Sementara di lantai satu hanya tersisa dua penyewa.

Fadzli mengatakan manajemen telah menghentikan perpanjangan kontrak sewa sejak Oktober 2025 sebagai bentuk kepatuhan terhadap proses hukum kepailitan. Kebijakan tersebut tetap dijalankan meski saat itu putusan pailit belum dijatuhkan.

"Dilarang memperpanjang. Jadi kita menghormati itu. Dengan itu kan kita tidak memperpanjang sewa yang sudah habis," ujarnya.

PGS kemudian resmi dinyatakan pailit melalui putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang pada 26 Februari 2026.

Penutupan permanen pusat perdagangan tersebut membuat para pedagang mulai mencari lokasi usaha baru. Sebagian memilih pindah ke Beteng Trade Center (BTC) dan Pasar Klewer, sementara pedagang yang memiliki keterbatasan modal terpaksa melanjutkan usahanya dari rumah.