Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan tidak ada investasi yang lebih berharga bagi negara selain memastikan masa depan anak-anak Indonesia. Hal itu disampaikan saat pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
"Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak," kata Prabowo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Prabowo, pemerintah telah membangun 93 Sekolah Rakyat permanen dalam waktu kurang dari satu tahun. Jika digabung dengan sekolah rintisan yang masih berjalan, total Sekolah Rakyat yang kini beroperasi mencapai 182 titik.
Jumlah tersebut, kata dia, akan terus ditambah. Pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki setidaknya satu Sekolah Rakyat.
Prabowo menilai program tersebut menjadi salah satu upaya negara memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui pendidikan gratis dan berkualitas, pemerintah ingin memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Sekolah Rakyat menggunakan konsep boarding school atau sekolah berasrama. Para siswa mendapatkan tempat tinggal, makanan bergizi, fasilitas olahraga, tempat ibadah, ekosistem digital, serta lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Tak hanya menyasar anak, program tersebut juga dilengkapi pemberdayaan bagi orang tua siswa. Pemerintah berharap dukungan tersebut dapat membantu keluarga keluar dari persoalan kemiskinan.
"Kalau orang tua mereka menghadapi nasib yang kurang baik, mengalami kondisi keterpurukan, kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh terus miskin. Sesuai Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara kita, negara harus intervensi," ujar Prabowo.
Prabowo juga menyoroti sejumlah prestasi siswa Sekolah Rakyat. Sebanyak tujuh siswa Sekolah Rakyat di Makassar berhasil memenangkan Olimpiade Nasional Indonesia ke-15.
Selain itu, Ismi Ulfaida, siswi Sekolah Rakyat Polewali Mandar, mencatat sejarah sebagai siswa Sekolah Rakyat pertama yang lolos menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional untuk upacara HUT ke-81 RI.
"Capaian ini membuktikan bahwa pelajar dari keluarga yang paling tidak berdaya, paling tidak mampu, jika diberi kesempatan, diberi fasilitas, diberi bimbingan, bisa mencapai prestasi yang tertinggi," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyapa dua siswa Sekolah Rakyat, yakni Muhammad Rizki Pratama dari Medan dan Citra Nur Ramadhani dari Pangkep.
Prabowo menceritakan kondisi Citra yang sebelumnya hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan. Ayah Citra telah meninggal dunia, sedangkan ibunya merupakan penyandang disabilitas.
Melalui Sekolah Rakyat, Citra tetap bisa mendapatkan pendidikan tanpa harus meninggalkan keluarganya. Ia bahkan berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten.
Prabowo menegaskan negara harus memberikan dukungan sesuai kebutuhan setiap anak agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan.
"Adil itu tidak berarti negara beri semua orang perlakuan yang sama. Adil adalah ketika negara beri dukungan yang sesuai dengan kebutuhan," ujar Prabowo.