Malang – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang mengecam pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, terkait keterpurukan Nahdlatul Ulama (NU).

HMI Malang menilai pernyataan Cak Imin yang menyebut NU terpuruk karena dipimpin alumni HMI telah menyinggung dan melukai perasaan kader HMI di berbagai daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin saat menghadiri bedah buku Dari Pergerakan Menuju Kepemimpinan: Jejak Langkah Alumni PMII di Panggung Politik, Akademik dan Kemasyarakatan di Jombang, Jumat (28/8/2026).

Sekretaris Umum HMI Cabang Malang, Rifqi, mengatakan posisi Cak Imin sebagai pejabat negara semestinya membuatnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada publik.

“Harusnya bisa menahan diri. Ini pernyataan sangat kontroversi yang dapat memecah belah persatuan bangsa,” ujar Rifqi, Minggu (30/8/2026).

Ia menilai pernyataan tersebut berpotensi memunculkan sentimen dan pertentangan di antara kelompok masyarakat. Menurutnya, NU merupakan organisasi yang memiliki peran bagi umat dan bangsa, sehingga tidak semestinya diposisikan sebagai milik kelompok atau tokoh tertentu.

“NU lahir bukan hanya diperuntukan untuk Cak Imin, tapi untuk seluruh umat dan bangsa,” katanya.

Atas pernyataan tersebut, HMI Cabang Malang kemudian menyerukan sikap kecaman sekaligus meminta Presiden RI Prabowo Subianto melakukan evaluasi terhadap posisi Cak Imin di pemerintahan.

HMI Malang bahkan mendorong kader HMI di seluruh Indonesia untuk mengambil langkah moral sebagai bentuk respons atas pernyataan tersebut.

“Kami HMI Cabang Malang menyerukan kepada kader HMI se-Indonesia untuk melaksanakan aksi moral HMI dan mendesak Presiden Prabowo untuk mencopot serta memberhentikan Cak Imin dari Kabinet Merah Putih,” ucapnya. (*)