Rembang, Politika.co.id - Pemerintah Kabupaten Rembang membuka dua opsi lokasi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rembang Timur sebagai langkah memperluas jangkauan layanan kesehatan di wilayah timur.

Bupati Rembang, Harno, mengatakan bahwa saat ini proses penentuan lokasi masih dalam tahap kajian teknis yang komprehensif. Pemerintah daerah berupaya memastikan pilihan yang diambil nantinya benar-benar efektif dan efisien untuk jangka panjang.

“Ini masih dalam proses kajian, terutama terkait lokasi yang paling memungkinkan dan efisien untuk jangka panjang,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya, dua opsi yang tengah dipertimbangkan yakni pembangunan rumah sakit di lahan baru atau peningkatan status Puskesmas Kragan II menjadi RSUD tipe D.

Ia menjelaskan, opsi pembangunan di lahan baru memberikan keleluasaan dalam perencanaan, termasuk desain fasilitas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan sejak awal. Selain itu, potensi pengembangan ke depan juga dinilai lebih fleksibel.

Namun, jika memilih peningkatan status Puskesmas Kragan II, Pemkab Rembang harus memperhitungkan berbagai aspek, mulai dari keterbatasan lahan, kebutuhan perluasan, hingga penyediaan fasilitas pengganti untuk layanan puskesmas yang sudah berjalan.

“Setiap opsi memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing, sehingga perlu dikaji secara matang agar keputusan yang diambil benar-benar optimal,” jelasnya.

Pemkab Rembang menegaskan, keputusan akhir akan diambil secara hati-hati dengan mempertimbangkan prinsip pemerataan akses, efektivitas layanan, serta efisiensi anggaran, agar keberadaan RSUD Rembang Timur benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.