POLITIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Badan Pengelola Latihan (BPL) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta sukses menutup rangkaian kegiatan Senior Course Nasional yang diselenggarakan sejak 23 Oktober hingga 3 November 2026. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk merevitalisasi tradisi perkaderan instruktur sekaligus mendongkrak kualitas sumber daya manusia di lingkungan organisasi.
Kegiatan tingkat nasional ini diikuti oleh kader-kader terpilih dari berbagai cabang HMI di seluruh Indonesia. Rangkaian acara dimulai dengan tahapan seleksi peserta pada 23–27 Oktober 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan forum pembelajaran intensif serta pelatihan pada 28 Oktober hingga 3 November 2026.
Selama sesi pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif dari para narasumber dan senior kompeten. Materi yang disampaikan meliputi metodologi pelatihan, pemahaman ideologi, manajemen perkaderan, kepemimpinan, hingga strategi pengembangan kapasitas instruktur.
Ketua Umum BPL HMI Cabang Yogyakarta, Ihlasul Amal, menegaskan bahwa pelaksanaan Senior Course Nasional ini memegang peranan krusial dalam membangun kembali tradisi intelektual dan profesionalisme instruktur HMI.
"Perkaderan tidak cukup hanya dijalankan sebagai rutinitas organisasi, tetapi harus menjadi ruang pembentukan kesadaran, pengembangan pengetahuan, dan penguatan kapasitas kader dalam merespons berbagai persoalan sosial," tegas Ihlasul Amal.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pemateri, senior HMI, serta instansi pendukung.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemateri, senior HMI, lembaga, serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana hingga selesai," lanjutnya.
Dengan tuntasnya penyelenggaraan Senior Course Nasional ini, BPL HMI Cabang Yogyakarta menaruh harapan besar agar para alumni peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh untuk dikembangkan di cabang masing-masing. Forum ini diharapkan menjadi titik awal penguatan jaringan instruktur HMI yang berintegritas tinggi serta memiliki kapabilitas akademis dalam mengawal kualitas perkaderan secara berkelanjutan di tingkat nasional.